Skip to main content

Pilihanmu, Jangan Sesali!

http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg
http://gurupembaharu.com/home/wp-content/uploads/2010/03/multiple-choice1.jpg
Konstelasi politik saat ini menguras perhatian publik tanah air. Bagaimana tidak, munculnya perselisihan intern dua partai besar; PPP dan Partai Golkar hingga belakangan ini DPR berniat menggunakan Hak Angketnya, belum definitifnya Kapolri serta Ketua KPK. Tidak sampai disitu, kenaikan harga bahan bakar minyak pun turut membawa andil yang cukup besar terhadap instabilitas perekonomian negeri ini. 

Hukuman mati gembong narkoba ditunda-tunda pelaksanaannya yang dicurigai oleh masyarakat hal tersebut merupakan hasil tekanan dari pihak asing. Makanan yang tercemar bahan kimia. Tertangkapnya pengiriman daging celeng dan banyak lagi.

Para netizen banyak berkomentar, menuliskan status disosial media dengan nada sinis, pesimis dan kecewa pada pemerintahan saat ini. Menyayangkan besarnya dana yang dikeluarkan untuk pemilihan presiden 2014 lalu namun menghasilkan kepemimpinan tidak sesuai harapan.

Nada kecewa dan penyesalan dilontarkan masyarakat seharusnya juga mereka menyadari bahwa takdir itu mempunyai banyak pilihan, namun pada akhirnya akan kembali kepada takdir awal. Jadi, siapapun itu yang Anda pilih, jika sudah ditakdirkan begini pada akhirnya, maka takdir itu kita jalani.

Pada 13 Juli 2014 saya menulis diblog sosial dengan judul "Pemilihan Presiden 2019 akan Berbeda (?)" saya sarikan dalam tulisan tersebut bahwa nanti akan ada 5 pasang kandidat presiden, peraturan tentang partai yang bisa mendaftarkan kandidat presiden dan visi misi para kandidat seputar korupsi, pembenahan birokrasi serta stabilitas perekonomian.

Dengan konstelasi perpolitikan saat itu (2014), dimana partai besar yang bisa mencalonkan kandidat presiden di 2019 maka akan ada 3 partai besar. Dengan asumsi awal partai-partai yang besar adalah: Partai PDI-P, Partai Golkar dan koalisi yang dikepalai oleh Partai Gerindra. Demikian jika asumsi awal saya benar, maka akan muncul 3 kandidat presiden. Lalu dari mana kandidat lainnya? Independen, sama-sama kita ketahui bahwa independen bisa mendaftarkan diri diajang pemilihan presiden pada 2019 sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi.

Lalu dari manakah asumsi bahwa partai-partai tersebut bisa mencalonkan kandidatnya? Karena pada 2019 pemilu serentak antara legislatif dan eksekutif, maka sebagai patokan partai yang dapat mengajukan kandidat adalah partai yang lolos "Presidential Treshold" pada pemilu 2014.

Terakhir kenapa korupsi, birokrasi dan ekonomi akan menjadi tema besar kampanye calon presiden 2019? Karena sadar bahwa siapapun pilihan yang saya pilih dan siapapun pemenangnya, ketiga hal tersebut belum akan tuntas ditumpas, dibenahi dan ditata dalam 5 tahun.

Pada pemilihan umum presiden 2014 saya memilih, menyadari serta melaksanakan hak memilih dengan rasa tanggung jawab sebagai warga negara. Pada saat itu, jikapun pilihan saya gagal meraup suara terbanyak, sangat menyadari bahwa inilah yang dinamakan demokrasi. Dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat, begitu gambaran demokrasi secara sederhana dijabarkan Abraham Lincoln "Founding Father" bangsa Amerika Serikat.

Tak ada rasa penyesalan sedikitpun ketika pilihan saya saat ini memerintah dan banyak mengeluarkan kebijakan yang dirasakan tidak adil oleh sebagian rakyat. Karena saya berjanji akan kritis pada pemerintahan beliau. Kritis dengan objektif dan berkeadilan. Tidak sinis dan pesimis. Karena satu hal yang saya yakini bahwa takdir itu mempunyai banyak pilihan, apapun pilihan saya maka pilihan itu kejadiannya akan menjadi takdir awal yang sudah digariskan.

Comments

Popular posts from this blog

Tanda Negara Birokrasi

Tanda-tanda negara birokrasi antara lain: Sistem politik tertutup, artinya begitu sebuah rezim terbentuk, ia membangun lingkungan baru yang dependen sebagai pendukung rezim Ketatanegaraan sangat formal. Peraturan difungsikan sebagai alat untuk melindungi kepentingan rezim yang sedang berkuasa yang mengindentifikasikan dirinya dengan negara sehingga melindungi penguasa berarti melindungi negara. Pertanggungjawaban vertikal. Pejabat tidak bertanggung jawab langsung kepada warga masyarakat yang dilayaninya tetapi kepada atasan yang mengangkat atau yang memberikan kedudukan. Jika dianggap dapat merugikan organisasi maka pertanggungjawaban adalah pertanggungjawaban oknum, tetapi jika dapat merugikan oknum yang adalah pejabat, nama organisasi pun dibawa-bawa. Rakyat dianggap dan diberlakukan sebagai bawahan pemerintah. Fungsi eksekutif dan fungsi kontrol tidak dibeda-bedakan dalam arti dapat dirangkap oleh satu orang. ...

Politik

Menurut Plato dan Aristoteles, politik adalah suatu usaha mencapai masyarakat politik yang terbaik. Menurut Miriam Budiarjo, politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Menurut Andrew Heywood, politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Menurut Rod Hague, politik adalah kegiatan yg menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. Menurut Peter Merkl, politik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan. Secara umum, politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis. Menurut Parta Winata (opini parta...

Demokrasi Politik dan Dalam Jaringan

Perubahan wujud internet dari berbasis 'situs hanya bisa dibaca' (era web 1.0) menjadi 'situs yang bisa komunikasi dua arah' (era web 2.0) dimana sifatnya publik sendiri yang mengkreasi konten. Kaitannya dengan demokrasi politik dengan perubahan wujud internet diatas yakni kebebasan mengekpresikan pendapat dan berpikir serta nilai-nilai egaliter dapat melampaui batasan-batasan politis. Bahkan sedemikian kuatnya internet, mampu mendiskusikan agenda isu dan memengaruhi para pengambil keputusan. Sebab karakter internet yang tak mengenal struktur hierarki, transaksi yang cenderung minim biaya, jangkauan yang global, skalabilitas yang besar, kecepatan waktu respon, dan dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengatasi disrupsi penyampaian pesan. Internet dipandang sebagai ruang publik alternatif, jika ruang publik riil tidak berkembang. Karakteristik ruang publik: 1. jaminan akses bagii semua warga negara 2. persamaan hak antarwarga negara 3. kebebasan ...